Politics

Hukum Investasi dalam Islam, Inilah Dasar Hukum dan Jenis-jenis Investasi yang Diperbolehkan

Dasar Hukum Investasi dalam Islam

Investasi sendiri adalah bagian dari kegiatan ekonomi. Sehingga di dalamnya pun berlaku tentang kaidah fikih dan muamalah. Di mana pada dasarnya semua bentuk muamalah termasuk di dalamnya aktivitas ekonomi adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Hal ini berdasarkan pada fatwa DSN-MUI No. 07/DSN-MUI/IV/2000.

Dengan begitu, untuk mengetahui hukum investasi dalam Islam pun membutuhkan adanya dalil, baik yang berasal dari Al-Quran maupun sunah sebagai landasannya.

Dasar hukum investasi dalam Islam ada dalam Al-Quran, lebih tepatnya melalui firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 9 yang bunyinya sebagai berikut:

وَلْيَخْشَالَّذِيْنَلَوْتَرَكُوْامِنْخَلْفِهِمْذُرِّيَّةًضِعٰفًاخَافُوْاعَلَيْهِمْۖفَلْيَتَّقُوااللّٰهَوَلْيَقُوْلُوْاقَوْلًاسَدِيْدًا

Artinya: Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa: 9).

Melalui ayat tersebut diketahui bahwa Allah SWT memerintahkan kepada manusia agar tidak meninggalkan keturunannya dalam kondisi yang lemah, baik itu secara moril atau materil. Ayat ini juga menjelaskan tentang diperintahkannya untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dengan cara investasi jangka panjang. Investasi inilah yang nantinya akan diwariskan pada keturunannya demi bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sampai ia bisa mandiri.

Tak hanya dari Al-Quran saja. Dasar hukum investasi dalam Islam pun juga dijelaskan dalam hadis Nabi. Hal ini mengingat bahwa sejak kecil Nabi saw sudah berdagang. Dibuktikan saat beliau berusia 12 tahun, Nabi saw ikut pamannya berdagang ke Syria. Lalu di masa mudanya pun beliau juga berdagang. Setiap aktivitas perdagangan yang dilakukan Nabi saw selalu dilandasi dengan sifat jujurnya.

Seperti dikutip dari Jurnal Ekonomi Islam Vol. 8, No. 2, Tahun 2017 berjudul Investasi dalam Perspektif Ekonomi Islam: Pendekatan Teoritis dan Empiris oleh Elif Pardiannsyah, Nabi Muhammad saw terjun dalam dunia bisnis serta perdagangan yakni dengan menjalankan modal orang lain (investor). Baik itu dengan adanya upah atau dengan cara bagi hasil. Pekerjaan tersebut dilakukan Nabi Muhammad saw selama 25 tahun.

Dan inilah salah satu hadis yang berkaitan dengan investasi dan perserikatan:

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman: Aku menjadi orang ketiga dari dua orang yang bersekutu selama salah seorang dari mereka tidak berkhianat kepada temannya. Jika ada yang berkhianat, aku keluar dari (persekutuan) mereka.” (HR. Abu Dawud dan dinilai shahih oleh al-Hakim).

Melalui hadis tersebut dijelaskan bahwa dalam kegiatan bisnisnya, Nabi saw mencontohkan tentang cara mengelola investasi yang bisa menghasilkan keuntungan dalam jumlah banyak.




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close