Politics

Indeks Kebahagiaan Warga Ibu Kota Turun, Begini Tanggapan Politisi Gerindra dan Wagub DKI Jakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penasehat Fraksi Gerindra Mohamad Taufik memberikan tanggapan terkait anjloknya indeks kebahagiaan warga ibu kota di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Mohamad Taufik menilai, turunnya indeks kebahagiaan warga Jakarta imbas pandemi Covid-19 apalagi  Jakarta sempat menjadi episentrum penularan penyakit yang disebabkan virus corona ini.

“Tahun 2020 dan 2021 itu rakyat kita sulit untuk bahagia, kenapa? Karena ada tekanan Covid-19,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/1/2022).

Taufik bilang, dampak pandemi tak hanya menyebabkan krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi.

Bahkan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pernah terjadi di tahun 2020 lalu.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, angka pengangguran di ibu kota mencapai 8,51 persen pada Februari 2021.

Baca juga: Jawaban Anies Baswedan Diserang Haters: Saya Tidak Meminta Anda untuk Menyukai Saya, Tapi . . .

Padahal, angka pengangguran di Jakarta hanya sebesar 4,93 persen pada periode Februari 2020.

 Artinya, jumlah pengangguran di ibu kota naik hingga dua kali lipat selama masa pandemi Covid-19.

Hal ini tidak terlepas dari pembatasan kegiatan masyarakat yang terjadi di awal masa pandemi Covid-19.




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close