Politics

Naik Gaji, Empat Eksekutif Google Bakal Terima 1 Juta Dolar AS

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COMGoogle akan menaikkan gaji atau upah untuk para jajaran eksekutifnya menjadi 1 juta dolar AS atau setara Rp 14, 313 miliar (kurs Rp 14.313 per Dolar AS), Selasa (4/1/2022).

Sebelumnya para jajaran eksekutif ini menerima gaji sebesar 650.000 dolar AS.

Perusahaan layanan dan produk internet ini mengatakan kepada stafnya bahwa mereka tidak akan secara otomatis menyesuaikan gaji untuk memperhitungkan inflasi.

Kenaikan upah ini baru diungkapkan dalam Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat.

Baca juga: Google Doodle Siap Sambut Tahun Baru 2022 dengan Berbagai Hiasan Meriah

Dilansir dari theverge.com (5/1/2022), jajaran eksekutif yang akan menerima kenaikan upah ini adalah Kepala Keuangan Ruth Porat, Wakil Presiden Senior Prabhakar Raghavan yang bertanggung jawab atas mesin pencarian Google, Wakil Presiden Senior dan Chief Business Officer Philipp Schindler serta Presiden Urusan Global dan Kepala Petugas Hukum Kent Walker.

Keempat nama ini juga dinilai telah menenuhi syarat untuk menerima program bonus tahunan maksimum Google yang mencapai 2 juta dolar AS.

Penilaian ini berdasarkan pada kontribusi keempatnya pada kinerja Google terhadap tujuan sosial dan lingkungan untuk tahun 2022. Selain itu, keempatnya juga telah menerima penghargaan dalam bentuk saham dengan target nilai jutaan dolar.

Baca juga: Google Doodle New Years Day 2022: Animasi dari Google yang Turut Meriahkan Tahun Baru 2022

Baru-baru ini, Google telah mencapai kesuksesan finansial dengan membukukan rekor laba di kuartal kelima pada Oktober.

Namun, berbeda dengan kenaikan upah yang diterima keempat eksekutifnya, Google mengatakan pada bulan Desember lalu tidak akan berencana membuat penyesuaian gaji untuk pekerja lainnya, mengingat kenaikan tingkat inflasi di Amerika Serikat.

Kenaikan upah ini diberikan, saat perusahaan internet raksasa ini terlibat pertempuran hukum dengan karyawan atas tuduhan bahwa mereka dipecat secara illegal pada tahu 2019 lalu. Para karyawan yang dipecat ini juga berencana memanggil saksi yaitu Kent Walker yang saat ini menjadi salah satu jajaran eksekutif penerima kenaikan upah.




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.