Politics

PTM 100 Persen di Surabaya Menuai Beragam Respons dari Elemen Sekolah

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Sejatinya, sesuai aturan Surabaya sudah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Namun, sejauh ini masih menuai beragam respons dari elemen sekolah. Banyak yang antusias. Tak sedikit pula yang waswas.

”Kalau dari sekolah, kami memang berharap lebih banyak anak yang kembali ke sekolah ya,” kata Kepala SD Sekolah Ciputra Diana Sumadianti.

Dia mengakui, ada kenaikan jumlah siswa yang diizinkan orang tua untuk mengikuti PTM pada semester genap. Perbedaan administrasi perizinan juga terjadi.

Diana menjelaskan, aturan sebelumnya menuntut wali murid mengisi consent form jika mengizinkan anak datang ke sekolah. ”Sekarang kebalikannya, yang mengirimkan consent form justru yang tidak mengizinkan anak ikut pembelajaran luring,” ujar Diana.

Kebijakan itu juga mempertimbangkan evaluasi proses belajar-mengajar selama ini. Meski beragam inovasi pembelajaran sudah disiapkan, interaksi guru dan anak masih sangat terbatas. ”Apalagi untuk yang usianya masih kecil-kecil. Perlu banyak interaksi sosial,” tuturnya.

Pemantauan terhadap kebutuhan anak-anak yang beragam juga lebih mudah dilakukan. ”Bisa tahu, anak per anak kesulitan di literasi atau numerik seperti apa,” kata Diana.

Begitu juga pengawasan orang tua. Dengan makin banyaknya WFO, pengawasan orang tua terhadap anak juga terdampak.

Meski begitu, pihaknya juga mengakui bahwa masih ada kekhawatiran dari orang tua terkait dengan merebaknya varian Omicron. Walau kebijakan PTM 100 persen diberlakukan, Diana melihat masih ada orang tua yang memilih pembelajaran daring.




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close